Hadiri Penutupan Semarak Hari Santri, Kapolres Soppeng Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kamtibmas
Soppeng, Sniperjurnalis.com,– Komitmen memperkuat kerukunan dan menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Soppeng kembali ditunjukkan Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., melalui kehadirannya pada upacara penutupan Semarak Hari Santri Tahun 2026 di Lapangan Lade Welonge, Desa Laringgi, Kecamatan Marioriawa, Kamis (22/10/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kabupaten Soppeng tersebut menutup rangkaian Semarak Hari Santri yang berlangsung selama tiga hari, mulai 20 hingga 22 Oktober 2026.
Selama pelaksanaannya, kegiatan diisi dengan berbagai perlombaan keagamaan dan olahraga yang melibatkan santri dari pondok pesantren se-Kabupaten Soppeng. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi wadah mempererat silaturahmi dan menumbuhkan semangat kebersamaan di kalangan santri.
Penutupan tersebut turut dihadiri Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, S.E., Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Soppeng H. Afdal, S.Ag., M.M., Ketua FKPP Kabupaten Soppeng Ustaz Najamuddin, S.Pd.I., M.Pd.I., perwakilan Dandim 1423/Soppeng, Camat Marioriawa A. Massalangka Raya, S.Si., Kapolsek Marioriawa AKP H. Musmulyadi, S.Pd.I., Kepala KUA Kecamatan Marioriawa Mukhlis, S.Ag., M.H., Kepala Desa Laringgi Eka Wahyuni, S.E., serta para pimpinan pondok pesantren.
Kapolres Soppeng menilai peran santri tidak hanya terbatas pada lingkungan pendidikan keagamaan, tetapi juga penting dalam membangun kehidupan sosial yang damai, menjunjung tinggi nilai moral, dan memperkuat persatuan di tengah masyarakat.
Menurutnya, semangat Hari Santri harus diwujudkan melalui perilaku sehari-hari, termasuk menjaga persaudaraan, menghormati perbedaan, serta menjauhi tindakan yang dapat memicu perpecahan.
“Semarak Hari Santri bukan hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga momentum untuk mempererat ukhuwah, menumbuhkan sportivitas, dan membentuk generasi muda yang berakhlak mulia. Kami berharap para santri terus mengembangkan ilmu, menjaga persaudaraan, serta mengambil peran positif dalam menjaga persatuan dan kedamaian di tengah masyarakat,” ungkap AKBP Hari Budiyanto.
Ia menegaskan, terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif membutuhkan dukungan seluruh elemen, termasuk tokoh agama dan lembaga pendidikan pesantren. Sinergi tersebut dinilai penting untuk membangun komunikasi yang baik sekaligus memperkuat kepercayaan antara kepolisian dan masyarakat.
Polres Soppeng, lanjutnya, terus mendukung berbagai kegiatan positif yang mendorong pembinaan generasi muda serta mempererat hubungan antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Upacara penutupan Semarak Hari Santri 2026 berlangsung tertib. Momentum ini diharapkan tidak hanya menjadi penutup rangkaian kegiatan, tetapi juga memperkuat komitmen bersama dalam merawat kerukunan dan menjaga kedamaian di Kabupaten Soppeng.
Dengan semangat Hari Santri, seluruh elemen masyarakat diharapkan terus bergandengan tangan menjaga persatuan, memperkuat toleransi, dan menciptakan lingkungan yang aman serta harmonis.
(Red)


Posting Komentar