OPLAH Non-Rawa 2026 di Soppeng Capai Sasaran 8.315 Hektare, Suwardi Haseng Tekankan Percepatan
Soppeng, Sniperjurnalis.com, Percepatan program Optimalisasi Lahan (OPLAH) Non-Rawa 2026 menjadi fokus Pemerintah Kabupaten Soppeng. Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, meminta seluruh unsur terkait memperkuat koordinasi dan memastikan pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai target, dengan sasaran lahan seluas 8.315,58 hektare dan anggaran sekitar Rp38 miliar.
Pesan tersebut disampaikan Suwardi dalam Pertemuan Koordinasi Percepatan Kegiatan OPLAH Non-Rawa 2026 di Baruga Rumah Jabatan Bupati Soppeng, Selasa (27/10/2026).
Menurut Suwardi, percepatan pelaksanaan program membutuhkan kerja sama yang solid antara seluruh pihak yang terlibat. Koordinasi lintas sektor menjadi salah satu faktor penting agar kegiatan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya petani.
“Saya menekankan pentingnya percepatan pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai target,” tegasnya.
Bupati juga berharap setiap unsur yang terlibat dapat menjalankan perannya secara maksimal. Ia menekankan bahwa tujuan utama program bukan semata-mata menyelesaikan kegiatan, tetapi juga mendorong peningkatan produktivitas pertanian di Kabupaten Soppeng.
“Saya berharap seluruh pihak terkait memperkuat koordinasi dan kerja sama sehingga program ini bisa memberikan manfaat nyata bagi para petani dan meningkatkan produktivitas pertanian di Kabupaten Soppeng. Insya Allah manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” lanjutnya.
OPLAH Non-Rawa 2026 menyasar lahan seluas 8.315,58 hektare di Kabupaten Soppeng dengan dukungan anggaran sekitar Rp38 miliar. Program ini diarahkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian dalam rangka mendukung peningkatan produksi pangan.
Pertemuan koordinasi tersebut dihadiri ratusan peserta dari tim teknis OPLAH Non-Rawa, koordinator BPP kecamatan, tim pengawas, serta kelompok tani pelaksana. Turut dilibatkan PLN UP3 Parepare, PLN ULP Soppeng, PLN ULP Pajalassang, dan Bank Mandiri Cabang Soppeng.
Sebanyak 172 kelompok tani tercakup dalam agenda percepatan program ini. Keterlibatan kelompok tani menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan karena mereka berhubungan langsung dengan pengelolaan lahan pertanian yang menjadi sasaran optimalisasi.
Dengan cakupan lahan ribuan hektare dan anggaran puluhan miliar rupiah, pelaksanaan program memerlukan koordinasi yang terarah, pengawasan yang memadai, serta pemantauan terhadap pencapaian target di lapangan.
Pemerintah Kabupaten Soppeng berharap OPLAH Non-Rawa 2026 dapat membantu meningkatkan pemanfaatan lahan produktif, memperkuat hasil pertanian, dan mendukung kesejahteraan petani.
Percepatan program tersebut selanjutnya perlu diikuti pelaksanaan yang terukur agar sasaran lahan dan anggaran yang telah disiapkan dapat memberikan hasil yang sesuai dengan tujuan program.
(Syawal)


Posting Komentar