Fenomena Baru di Soppeng, Sekolah-Sekolah Mulai Melirik Lereng Hijau sebagai Tujuan Wisata
Soppeng, Sniperjurnalis.com, Ada fenomena menarik yang sedang menjadi bahan perbincangan di kalangan masyarakat Kabupaten Soppeng, khususnya di dunia pendidikan. Di tengah banyaknya pilihan lokasi wisata yang tersedia untuk kegiatan rekreasi dan pembelajaran luar kelas, tiga sekolah dasar di Kecamatan Lalabata justru mengarahkan pilihan mereka ke satu destinasi yang sama, yakni Wisata Alam Lereng Hijau. Minggu (7/6/2026).
Tiga sekolah tersebut adalah SDN 7 Salotungo, SDN 9 Mallanroe, dan SDN 13 Palakka. Keputusan ketiga sekolah itu sontak menarik perhatian publik karena terjadi dalam rentang waktu yang tidak terlalu berjauhan.
Banyak pihak mulai bertanya-tanya, apa sebenarnya yang membuat Lereng Hijau begitu menarik hingga menjadi pilihan sejumlah sekolah untuk menggelar kegiatan wisata edukatif bagi para siswanya?
Di berbagai ruang diskusi masyarakat, nama Lereng Hijau kini semakin sering terdengar. Mulai dari percakapan para guru, orang tua siswa, hingga pemerhati pariwisata lokal, destinasi yang berada di kawasan perbukitan itu perlahan menjadi topik yang tidak bisa diabaikan.
Menariknya, popularitas Lereng Hijau tidak tumbuh melalui promosi besar-besaran ataupun kampanye yang masif. Destinasi tersebut justru berkembang melalui pengalaman pengunjung yang kemudian menyebar dari mulut ke mulut.
Fenomena seperti ini dalam dunia pariwisata sering dianggap sebagai indikator kuat bahwa sebuah tempat memiliki daya tarik yang dirasakan langsung oleh pengunjung. Ketika satu rombongan merasa puas, informasi tersebut dengan cepat menyebar kepada calon pengunjung lainnya.
“Biasanya sekolah sangat selektif ketika menentukan tujuan kegiatan siswa. Mereka mempertimbangkan banyak aspek, mulai dari kenyamanan, keamanan, aksesibilitas hingga nilai edukasi yang bisa diperoleh peserta didik,” ujar seorang pemerhati wisata lokal saat dimintai tanggapannya.
Karena itu, keputusan tiga sekolah dasar yang memilih lokasi yang sama dianggap bukan sekadar kebetulan. Banyak yang menilai ada faktor-faktor tertentu yang membuat Lereng Hijau dinilai layak menjadi lokasi kegiatan edukatif.
Di sisi lain, kondisi ini juga memunculkan perbandingan dengan sejumlah destinasi wisata lain yang selama ini lebih dulu dikenal masyarakat. Beberapa di antaranya bahkan memiliki popularitas yang cukup kuat dalam beberapa tahun terakhir.
Namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa perhatian sekolah-sekolah kini mulai mengarah ke destinasi yang berbeda. Lereng Hijau perlahan muncul sebagai salah satu nama yang paling sering disebut ketika membahas pilihan wisata edukasi bagi siswa.
Sejumlah warga menilai perubahan tren ini menjadi sinyal bahwa masyarakat kini semakin mempertimbangkan pengalaman nyata dibanding sekadar popularitas sebuah tempat.
“Sekarang orang lebih percaya pengalaman pengunjung daripada sekadar nama besar. Kalau banyak yang datang dan merasa puas, otomatis orang lain ikut tertarik,” kata seorang warga Lalabata.
Tidak sedikit pula yang menilai bahwa fenomena tersebut bisa menjadi momentum penting bagi perkembangan sektor pariwisata daerah. Ketika sebuah destinasi mulai mendapatkan kepercayaan dari kalangan pendidikan, maka peluang untuk berkembang menjadi lebih besar.
Pasalnya, kunjungan sekolah tidak hanya membawa peserta didik, tetapi juga melibatkan guru, orang tua, dan jaringan masyarakat yang lebih luas. Dampaknya dapat memperkenalkan destinasi kepada lebih banyak orang dalam waktu relatif singkat.
Meski demikian, pertanyaan besar yang kini masih terus bergema di tengah masyarakat belum juga terjawab sepenuhnya.
Apa sebenarnya yang membuat SDN 7 Salotungo, SDN 9 Mallanroe, dan SDN 13 Palakka menjatuhkan pilihan ke Lereng Hijau?
Apakah karena suasana alamnya yang dinilai cocok untuk pembelajaran luar kelas? Apakah karena fasilitas yang dianggap memadai? Ataukah karena pengalaman positif yang telah dirasakan pengunjung sebelumnya?
Yang jelas, satu per satu sekolah mulai datang. Nama Lereng Hijau terus disebut. Perbincangan semakin ramai.
Dan ketika tiga sekolah telah menentukan pilihan yang sama, perhatian publik pun secara otomatis tertuju ke satu destinasi yang kini sedang menjadi sorotan.
Apakah ini hanya tren sesaat, atau justru pertanda bahwa peta wisata edukasi di Kabupaten Soppeng sedang memasuki babak baru?
Waktu yang akan menjawab. Namun untuk saat ini, Lereng Hijau tampaknya sedang menikmati satu hal yang sangat berharga dalam dunia pariwisata: kepercayaan dari para pengunjungnya
(Red)

Posting Komentar