Bupati Soppeng Lakukan Mutasi Perdana, 222 Pejabat Resmi Dilantik untuk Perkuat Kinerja Pemerintahan
Soppeng, Sniperjurnalis.com, Langkah penataan birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Soppeng resmi dimulai. Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, melantik dan mengambil sumpah jabatan terhadap 222 pejabat yang menempati berbagai posisi strategis di lingkup pemerintah daerah, Rabu (8/7/2026), di Aula Kantor Gabungan Dinas, Jalan Salotungo, Kelurahan Lalabata Rilau.
Pelantikan tersebut merupakan mutasi perdana sejak pasangan Bupati H. Suwardi Haseng dan Wakil Bupati Ir. Selle KS Dalle memimpin Kabupaten Soppeng. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membangun birokrasi yang lebih adaptif, profesional, dan mampu menjawab tuntutan pelayanan publik yang semakin dinamis.
Prosesi pelantikan berlangsung dengan penuh khidmat. Diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Bupati oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), seluruh pejabat kemudian mengucapkan sumpah jabatan yang disaksikan langsung oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, lurah, kepala desa, serta keluarga pejabat yang dilantik.
Turut hadir dalam kesempatan itu Wakil Bupati Ir. Selle KS Dalle, Penjabat Sekretaris Daerah Andi Haeruddin, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Soppeng H. Afdal yang memimpin pembacaan doa.
Sebanyak 222 pejabat yang dilantik terdiri atas 66 Pejabat Administrator, 113 Pejabat Pengawas, enam Kepala UPTD Puskesmas, dan 37 kepala sekolah. Mereka akan mengemban amanah baru pada berbagai perangkat daerah sebagai bagian dari penyegaran organisasi pemerintahan.
Dalam sambutannya, Bupati Suwardi Haseng menegaskan bahwa mutasi jabatan merupakan bagian dari sistem pembinaan karier aparatur sipil negara. Menurutnya, rotasi dilakukan bukan sekadar memindahkan pejabat dari satu posisi ke posisi lain, melainkan untuk menciptakan organisasi yang lebih produktif dan mendorong lahirnya inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Ia meminta seluruh pejabat yang dilantik menjadikan jabatan sebagai amanah, bukan sebagai fasilitas ataupun kebanggaan pribadi. Setiap pejabat dituntut mampu menunjukkan integritas, loyalitas terhadap organisasi, disiplin dalam bekerja, serta memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.
"Tidak ada yang nonjob. Ada yang mendapat promosi jabatan dan ada pula yang bergeser. Ini merupakan bagian dari penyegaran organisasi agar pejabat tidak terlalu lama berada pada posisi yang sama," ujar Suwardi.
Menurut Bupati, pemerintah daerah juga memberikan kesempatan kepada aparatur yang sebelumnya tidak menduduki jabatan struktural untuk kembali mengabdi. Lima pejabat yang mewakili pengambilan sumpah merupakan pejabat yang sebelumnya berstatus nonjob dan kini dipercaya kembali menduduki jabatan sesuai kebutuhan organisasi.
Suwardi menegaskan bahwa setiap keputusan mutasi telah melalui proses evaluasi secara menyeluruh dengan mempertimbangkan kompetensi, pengalaman, rekam jejak, serta kebutuhan organisasi. Karena itu, ia berharap seluruh pejabat dapat segera menyesuaikan diri di tempat tugas masing-masing tanpa harus larut dalam euforia pelantikan.
"Kinerja saudara akan dinilai dari hasil kerja, bukan dari jabatan yang disandang. Karena itu saya berharap saudara bekerja dengan penuh tanggung jawab, menjaga integritas, dan selalu mengutamakan kepentingan masyarakat," pesannya.
Dalam pelantikan tersebut, sejumlah jabatan strategis mengalami pergantian. Enam kecamatan kini dipimpin pejabat baru, yakni Andi Lukman Saransi sebagai Camat Liliriaja, Andi Ahmad Masykur sebagai Camat Marioriwawo, A. Massalangka Raya sebagai Camat Marioriawa, Andi Nurhadi Hatang sebagai Camat Donri-Donri, Nurul Azmi sebagai Camat Ganra, dan Hasnawati sebagai Camat Citta.
Perubahan juga terjadi pada sejumlah jabatan sekretaris dinas, kepala bagian, kepala bidang, lurah, kepala UPTD, hingga kepala sekolah. Pemerintah daerah berharap penyegaran tersebut mampu meningkatkan efektivitas koordinasi antarperangkat daerah sekaligus mempercepat pelaksanaan program pembangunan.
Di sektor kesehatan, enam pejabat mendapat kepercayaan memimpin UPTD Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat. Sementara di sektor pendidikan, puluhan kepala sekolah dilantik untuk memimpin sekolah negeri di berbagai kecamatan guna memperkuat tata kelola pendidikan.
Suasana pelantikan berlangsung penuh keakraban. Setelah seluruh rangkaian pengambilan sumpah selesai, para pejabat yang baru dilantik secara bergantian menerima ucapan selamat dari Bupati, Wakil Bupati, Penjabat Sekretaris Daerah, para kepala OPD, serta keluarga yang hadir memberikan dukungan.
Menariknya, Bupati Suwardi Haseng juga mengundang seluruh kepala desa dan lurah untuk mengikuti prosesi pelantikan. Langkah tersebut dilakukan agar para pemimpin pemerintahan di tingkat desa dan kelurahan dapat mengenal pejabat-pejabat baru yang nantinya akan menjadi mitra kerja dalam menjalankan roda pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Mutasi kali ini masih difokuskan pada pejabat administrator dan pengawas atau eselon III dan IV. Adapun jabatan pimpinan tinggi pratama atau eselon II belum mengalami perubahan dan masih tetap diisi oleh pejabat yang sama.
Melalui mutasi perdana ini, Pemerintah Kabupaten Soppeng berharap seluruh pejabat yang memperoleh amanah baru mampu menghadirkan semangat kerja baru, memperkuat kolaborasi lintas perangkat daerah, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik. Penataan birokrasi yang dilakukan diharapkan menjadi fondasi dalam mewujudkan pemerintahan yang efektif, bersih, profesional, dan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat Kabupaten Soppeng.
(Red)

Posting Komentar