Festival Layang-Layang Pitu-Pitu Soppeng Semarak, Desa Belo Jadi Titik Kumpul Pecinta Layangan
Soppeng, Sniperjurnalis.com, Desa Belo, Kecamatan Ganra, Kabupaten Soppeng, menjadi titik berkumpulnya para pecinta layang-layang dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan dalam Festival Layang-Layang Pitu-Pitu Soppeng, Minggu (20/9/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di area persawahan Dusun Pao Mallimpoe itu berlangsung meriah. Ribuan peserta dan penonton memadati lokasi, dengan komunitas layang-layang yang datang bukan hanya dari Soppeng, tetapi juga dari Wajo, Bone, Sinjai, Sidrap, Maros, Luwu hingga Pinrang.
Panitia pelaksana, Inces, mengatakan kegiatan tersebut sengaja digelar terbuka dan gratis agar dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat.
"Selain Soppeng, ada dari Wajo, Sinjai, Bone, Sidrap, Maros bahkan Luwu. Kegiatan ini terbuka untuk umum dan gratis," ujar Inces.
Menurutnya, festival tersebut menjadi bagian dari kegiatan Main Bareng sekaligus ruang silaturahmi bagi para komunitas dan pecinta layang-layang.
Festival dibuka oleh Kapolsek Ganra IPDA Muhtadi, S.Sos., M.M., bersama Kepala Desa Belo, Asharie Gunawan.
Muhtadi mengapresiasi kegiatan tersebut karena mampu menghadirkan hiburan sekaligus mempertahankan permainan tradisional di tengah masyarakat.
"Ini kegiatan tradisional yang positif, apalagi dilaksanakan setelah panen. Pesertanya bukan hanya anak-anak, tetapi juga orang dewasa sampai orang tua," katanya.
Kapolsek Ganra juga mengingatkan peserta dan masyarakat yang hadir untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban.
Ia berharap festival tersebut dapat berlangsung secara aman dan kondusif serta terus menjadi ruang silaturahmi masyarakat lintas daerah.
Selain menerbangkan layang-layang secara bebas, festival juga diramaikan dengan adu ketangkasan dua layang-layang tarik-ulur. Berbagai kreasi layang-layang dari komunitas peserta turut menghiasi langit Desa Belo.
Suasana persawahan Dusun Pao Mallimpoe pun berubah menjadi arena hiburan masyarakat. Kehadiran peserta dari sejumlah kabupaten membuat festival ini tidak hanya menjadi kegiatan komunitas, tetapi juga menjadi momentum memperkenalkan Desa Belo sebagai ruang pertemuan para pecinta permainan tradisional.
Inces berharap kegiatan tersebut dapat terus berlanjut dan menjadi agenda tahunan yang mampu menjaga tradisi sekaligus mempererat persaudaraan antar-komunitas di Sulawesi Selatan.



Posting Komentar