Menyajikan Berita Akurat, Aktual dan Anti Hoax Nurmal Idrus Sebut Tiga Figur Ini Bisa Jadi Mesin Politik IAS di Golkar Sulsel - SNIPER JURNALIS
News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Nurmal Idrus Sebut Tiga Figur Ini Bisa Jadi Mesin Politik IAS di Golkar Sulsel

Nurmal Idrus Sebut Tiga Figur Ini Bisa Jadi Mesin Politik IAS di Golkar Sulsel


Makassar, Sniperjurnalis.com, Kepengurusan baru DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan di bawah Ilham Arief Sirajuddin (IAS) mulai memperlihatkan konfigurasi kekuatan politiknya.

Nama Supriansa, Rahman Pina dan Amirullah Nur Saenong mencuat dalam pembahasan posisi strategis di lingkar inti kepengurusan. Supriansa disebut mengisi posisi Ketua Harian, Rahman Pina sebagai Sekretaris, sementara Amirullah Nur Saenong diproyeksikan sebagai Bendahara.

Untuk posisi Ketua Harian dan Sekretaris, arah tersebut semakin kuat setelah IAS menyebut Rahman Pina sebagai Sekretaris dan Supriansa sebagai figur yang akan bersinergi dengannya dalam memimpin Golkar Sulsel.

Direktur Nurani Strategic, Dr. Nurmal Idrus, melihat komposisi tiga figur tersebut bukan sekadar susunan jabatan. Menurutnya, masing-masing memiliki modal berbeda yang dapat dipakai IAS untuk memperkuat organisasi.

“Saya kira itu komposisi terbaik. Ketiganya memiliki karakter dan kapasitas yang saling melengkapi,” ujar Nurmal. Minggu (6/9/2026). 

Menurut Nurmal, Supriansa memiliki posisi penting dalam membantu IAS menghadapi dinamika internal Golkar Sulsel.

Ia menilai Ketua Harian membutuhkan figur yang memiliki kemampuan politik sekaligus jaringan yang cukup luas.

“Supriansa bisa memback up IAS dalam membingkai kepengurusan Golkar Sulsel yang masih terserak,” katanya.

Bagi Nurmal, Ketua Harian nantinya bukan hanya menjadi pelengkap struktur. Posisi tersebut harus mampu memastikan mesin organisasi tetap bergerak ketika IAS menjalankan agenda politik yang lebih luas.

“Ketua harian bukan sekadar posisi administratif, tetapi harus mampu menjadi penggerak organisasi ketika ketua berada pada ruang-ruang politik yang lebih luas,” ujarnya.

Sementara Rahman Pina dinilai memiliki modal pengalaman yang sesuai dengan kebutuhan Sekretaris.

Selain pernah berada dalam struktur organisasi Golkar, Rahman Pina juga memiliki pengalaman sebagai pimpinan DPRD. Ia sebelumnya juga pernah dipercaya menjadi Plt Sekretaris Golkar Sulsel.

Nurmal menilai pengalaman tersebut penting karena sekretaris merupakan posisi yang berada di jantung kerja organisasi.

“Rahman Pina punya pengalaman sebagai sekretaris dan juga pengalaman sebagai pimpinan DPRD,” katanya.

Menurutnya, sekretaris harus mampu menerjemahkan keputusan politik ketua menjadi agenda organisasi yang dapat dijalankan hingga ke tingkat bawah.

“Sekretaris harus mampu menerjemahkan keputusan politik ketua menjadi kerja organisasi yang konkret,” lanjutnya.

Untuk posisi Bendahara, nama Amirullah Nur Saenong sebelumnya memang menjadi salah satu kandidat yang disiapkan IAS. IAS bahkan pernah menyebut Amirullah Nur dan Usman Marham sebagai dua nama yang dipertimbangkan untuk posisi tersebut.

Nurmal melihat Amirullah Nur memiliki kapasitas yang dapat memperkuat sisi finansial organisasi.

“Amirullah Nur akan menjadi salah satu penopang finansial kepengurusan yang solid,” jelasnya.

Menurut dia, pengelolaan keuangan tidak boleh dianggap sebagai urusan teknis semata. Bagi partai sebesar Golkar Sulsel, kemampuan mengelola sumber daya secara sehat dan transparan akan ikut menentukan kemampuan organisasi menjalankan agenda politiknya.

“Organisasi sebesar Golkar Sulsel tentu membutuhkan kemampuan pengelolaan keuangan yang kuat, transparan dan mampu menopang seluruh agenda organisasi,” katanya.

Nurmal menilai, apabila konfigurasi tersebut benar-benar menjadi komposisi akhir, IAS sudah memiliki fondasi awal untuk menggerakkan organisasi.

Namun, tantangan terbesar justru berada pada struktur di bawahnya.

IAS harus mampu mengakomodasi berbagai kelompok dan figur yang memiliki kekuatan masing-masing di Golkar Sulsel.

“Kalau tiga nama ini benar-benar masuk dalam posisi KSB, IAS sudah memiliki mesin awal yang cukup kuat. Tinggal bagaimana komposisi di bawahnya disusun agar mampu mengakomodasi seluruh kekuatan yang ada di Golkar Sulsel,” ujarnya.

Ia mengingatkan, Golkar Sulsel memiliki banyak figur dengan pengalaman dan basis politik berbeda. Karena itu, penyusunan kepengurusan akan menjadi ujian awal bagi kemampuan IAS mengelola perbedaan.

“Golkar Sulsel tidak kekurangan orang hebat. Tantangannya adalah bagaimana orang-orang hebat itu bisa ditempatkan dalam satu orkestrasi yang sama,” tegasnya.

Menurut Nurmal, Ketua, Ketua Harian, Sekretaris dan Bendahara harus menjadi simpul yang mampu menjaga keseimbangan sekaligus menyatukan berbagai kepentingan.

“Ketua, ketua harian, sekretaris dan bendahara harus menjadi simpul yang mampu mengikat seluruh kelompok,” pungkasnya.

Kini, setelah nama Supriansa dan Rahman Pina semakin terang di struktur inti, perhatian politik Sulsel bergeser pada susunan lengkap kepengurusan IAS.

Di situlah kemampuan IAS akan diuji: bukan hanya memilih siapa yang duduk di kursi strategis, tetapi meramu seluruh kekuatan Golkar Sulsel menjadi satu mesin politik yang bekerja dalam satu komando.

(Red)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar