Menyajikan Berita Akurat, Aktual dan Anti Hoax Ekonomi Soppeng Masih Tumbuh, Tapi Lajunya Tertinggal - SNIPER JURNALIS
News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Ekonomi Soppeng Masih Tumbuh, Tapi Lajunya Tertinggal

Ekonomi Soppeng Masih Tumbuh, Tapi Lajunya Tertinggal


Soppeng, Sniperjurnalis.com, Ekonomi Kabupaten Soppeng belum masuk zona minus. Namun, laju pertumbuhannya pada Triwulan II 2026 patut mendapat perhatian.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Soppeng tumbuh 2,91 persen secara year-on-year (y-on-y) pada Triwulan II 2026.

Angka tersebut menunjukkan perekonomian tetap tumbuh dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Tetapi ketika diletakkan dalam konteks wilayah sekitar, lajunya terlihat lebih lambat.

Data BPS menunjukkan pertumbuhan ekonomi Sidrap mencapai 6,83 persen, Barru 5,59 persen, Bone 5,47 persen, dan Wajo 4,84 persen.

Sementara Soppeng berada pada angka 2,91 persen.

Data tersebut tercantum dalam Berita Resmi Statistik BPS Kabupaten Soppeng Nomor 04/09/7312/Th. III, 7 September 2026.

Ada indikator lain yang membuat kinerja Triwulan II perlu dicermati.

Secara q-to-q, ekonomi Soppeng mengalami kontraksi 2,15 persen dibanding Triwulan I 2026.

Meski demikian, secara kumulatif Januari–Juni 2026, ekonomi Soppeng masih mencatat pertumbuhan 6,09 persen.

Dengan kata lain, gambaran ekonomi Soppeng tidak sepenuhnya negatif. Pertumbuhan tahunan dan kumulatif masih positif, tetapi terdapat tekanan dalam pergerakan antartriwulan.

PDRB Soppeng atas dasar harga berlaku pada Triwulan II 2026 tercatat Rp4.453,95 miliar, sedangkan atas dasar harga konstan mencapai Rp2.269,00 miliar.

Catatan paling menarik justru datang dari sektor yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi Soppeng.

Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan memiliki kontribusi terbesar terhadap PDRB, yakni 29,26 persen.

Namun pertumbuhan sektor tersebut justru berada di angka -2,56 persen secara y-on-y.

Ini berarti sektor dengan porsi terbesar dalam struktur ekonomi daerah sedang mengalami kontraksi.

Pada saat yang sama, sejumlah sektor lain bergerak positif.

Konstruksi yang menyumbang 14,47 persen tumbuh 9,03 persen.

Industri Pengolahan dengan kontribusi 11,96 persen tumbuh 6,95 persen.

Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor berkontribusi 12,92 persen dengan pertumbuhan 1,28 persen.

Sementara Administrasi Pemerintahan tumbuh 10,60 persen, dengan distribusi 5,04 persen.

Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih menjadi komponen terbesar.

Kontribusinya mencapai 55,88 persen dengan pertumbuhan 2,76 persen.

PMTB atau pembentukan modal tetap bruto memiliki kontribusi 39,96 persen dan tumbuh 9,86 persen.

Konsumsi pemerintah berkontribusi 5,07 persen dan tumbuh 0,26 persen.

Sedangkan konsumsi lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga memiliki kontribusi 0,84 persen dengan pertumbuhan 1,59 persen.

Komposisi tersebut menunjukkan konsumsi masyarakat masih menjadi penyangga utama aktivitas ekonomi, sementara investasi juga mencatat pertumbuhan yang cukup tinggi.

Angka 2,91 persen pada dasarnya bukan berarti ekonomi Soppeng berhenti bergerak.

Ekonomi tetap tumbuh.

Namun, data tersebut sekaligus memperlihatkan adanya pekerjaan rumah. Pertumbuhan Soppeng masih tertinggal dari sejumlah daerah pembanding, sementara sektor pertanian sebagai penyumbang terbesar PDRB justru mengalami kontraksi.

Di sinilah tantangannya.

Soppeng tidak hanya perlu mempertahankan pertumbuhan, tetapi juga perlu memperkuat sumber-sumber pertumbuhan baru tanpa mengabaikan sektor yang selama ini menjadi fondasi ekonomi daerah.

Sebab, pertumbuhan ekonomi bukan hanya tentang berapa persen angkanya, tetapi juga tentang seberapa kuat fondasinya dan siapa yang menjadi penggeraknya.

(Syawal)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar